Urinology
Sabtu, 05 Oktober 2013
Sedimen Urin
1. ERITROSIT (Sel Darah Merah)
Dalam urin hipertonik, sel darah merah mungkin crenated dan dalam urin hipotonik mereka mungkin membengkak, menjadi bola, dan, pada waktunya, pecah, hanya menyisakan membran atau sel "hantu" yang terlihat seperti tetesan kecil minyak. Tetesan minyak dapat dibedakan dari sel darah merah berdasarkan ukurannya yang bervariasi, tidak adanya hemoglobin, dan berbentuk bulat.
Dua lekosit yang tampak yang tampak ditengah lampang pandang dan sel darah merah dan bakteri dalam sedimen urin tampak sebaran sel darah merah dan bacillary.
Neutrofil PMN dan sel-sel darah merah dalam urin. Tampak jelas sel darah merah bikonkav dan inti multilobe serta sitoplasma granular dari neutrofil. Beberapa sel darah merah sedikit crenated. ( mikroskop, × 200.)
2. Sel Epitel Renal Tubular
Sel RTE jarang ada dalam sedimen urin orang normal (nol sampai satu per lima LP). Bila ada, biasanya dalam bentuk tunggal tetapi juga dapat ditemukan berpasangan. Jika ada batas microvillus, berasal dari tubulus proksimal. Identifikasi imunohistokimia dengan cara pewarnaan fosfatase asam dapat dilakukan bila diperlukan, karena sel-sel RTE memiliki kandungan enzim intraselular yang tinggi. Bentuk paling sering adalah polyhedral, tetapi mungkin agak datar, menunjukkan bahwa mereka berasal dari lengkung Henle. inti mereka biasanya eksentrik tetapi mungkin sentral; tampak jelas seperti bola dengan nukleolus jika tidak ada perubahan autolytic.
RTE sel biasanya ditemukan dalam air seni karena proses pembaharuan dan regenerasi sel tubular. Pada biopsi ginjal, sel-sel lapisan tubular sering menunjukkan aktivitas mitosis, sel-sel yang lebih tua lepas ke aliran urin dan dapat dilihat dalam sediment. Jenis regenerasi sel terjadi pada nefron proksimal daripada distal,.
3. Sel Epitel Transisi
Sel ini (juga disebut sel urothelial) merupakan lapisan epitel pada sebagian besar saluran kemih dan sering tampak di sedimen (nol sampai satu per LP). Bentuknya bertingkat-tingkat dan biasanya beberapa lapisan sel tebal. Ada tiga bentuk utama: bulat ( Gambar 3. ), polyhedral, dan "kecebong." , sel Transisi memiliki karakteristik yang khas yaitu mudah menyerap air dan dengan demikian membengkak sampai dua kali ukuran aslinya.. Sel transisi Polyhedral sulit dibedakan dari sel RTE jika mereka tidak memiliki permukaan microvillus dan memiliki inti di pusat. Sitoplasma sel transisional tidak mengandung jumlah besar fosfatase asam. Sel urothelial berbentuk kecebong sering tampak dalam urin. Mereka mungkin berasal dari lapisan pertengahan epitel transisi. Sel Transisi kecebong muncul dalam kelompok-kelompok atau pasangan, serta tunggal, inti biasanya di pusat, dan mereka memiliki sitoplasma berbentuk fusiform Peningkatan jumlah sel Transisi dalam urin biasanya menandakan inflamasi pada saluran kemih.
Sel Transisi. (panah) dan sel darah putih serta sel darah merah dalam urin. Perhatikan bentuk bola dan inti di pusat sel ini.
4. Sel epitel skuamosa
Sel epitel skuamosa adalah yang termudah dari semua sel epitel, dan mudah dikenali dan sering dijumpai dalam urin karena bentuknya yang besar, datar, ( Gambar 4. ). Spesimen urine porsi tengah paling baik digunakan. Sejumlah sel skuamosa dalam urin dari seorang pasien wanita biasanya menunjukkan kontaminasi vagina.
Sekelompok sel epitel skuamosa dalam urin. Sel-sel yang besar dan datar dan memiliki beberapa butiran dalam sitoplasma mereka. Inti di pusat besarnya sekitar ukuran limfosit.
5. Leukosit (Sel darah Putih)
Leukosit sering ditemukan pada sedimen urin normal, tetapi sedikit dan tidak boleh melebihi lima per LP Walaupun semua jenis WBC yang muncul dalam darah perifer juga dapat ditemukan dalam urin (yaitu, limfosit, monosit, eosinofil), saat ini sel yang paling umum adalah PMN. PMN memiliki fungsi fagositosis, motil secara aktif, dan bergerak secara ameboid dengan pseudopodia. Leukosit ukuran diameter 10 sampai 20 pM, . PMN dalam urine dapat segera diketahui karena inti multisegmented dan sitoplasma granular.
Pewarnaan sedimen memungkinkan pengamat untuk mengidentifikasi PMN lebih mudah karena inti multilobe tampak jelas dan dapat mengurangi kebingungan dengan sel nonleukocytic, seperti sel-sel RTE. Pewarnaan Wright atau Giemsa merupakan sarana akurat mengidentifikasi berbagai leukosit lainnya, seperti limfosit dan eosinofil.
GAMBAR LEUKOSIT
6. Kristal
Terbentukknya kristal sering bekaitan dengan kosentrasi berbagai urine yang berhubungan dengan metabolisme dan asuan pasien serta asupan cairan serta dampak dari koleksi sampel (yaitu pH dan suhu yang mengubah kelarutan garam dalam air seni dan menghasilkan pembentukkan kristal. Karena ginjal memaiinkan peran utama dama eksresi metabolit dan pemeliharaan hemoestatis, produk akhir dari metabolisme ditemukan dalam kosentrasi tinggi urin dan ini cenerung untuk mengindapkan kristal. Ph urin normal selalu bervariasi dan beberapa kristal dikaitkan dengan pH asam dan basa atau netral.
Kristal amorf dalam urin
a. Kristal bentuk genjang, b.dan tampak anistropism di bawah sinar terpolirisasi
7. Calsium oksalat
Kalsium oxalat yang sering terdapat dalam urine asam dan netral. Varium yang umum adalah bentuk dihidrat oktaredal sebuah kristal berwarna bentuk mirip amplop sering ditemukan pad urin yang normal terutama setelah menelan asam askorbat dalam dosisi besar atau makanan yang kaya akan asam oxalat seperti tomat atau asparagus. Bentuk lainnya adalah monohidrat berbentuk seperti halter atau elips tergantung posisi datar atau miring.
Kristal kalsium oxalat hidrat berbentuk seperti persegi bintang atau amplop penampilan yang khas.
Kristal bentuk monohidrat penampilan oval ketika berbaring datar bentuk halter ketika miring.
8. Kristal asam Hipuric
Kristal asam hipuric slalu berkaitsn dengan pH netral kristal ini biasanya tidak berwarna prisma dengan ujung piramida juga bisa tipis dan berbentuk jarum biasanya terkait denga diet tinggi buah-buahan dan sayur -sayuran yang mengandung sejumlah besar asam benzoat.
9. Kristal amorf
Kristal amorf sering berkaitan dengan urine alkali yang paling sering ditemui adalah kristal amorf fosfat yang tidak dapat dibedakan kristal amorf urat urin asam. Kristal menghasilkan endapan putih disetiap dasar centripuge.
10. Kristal triple fosfat
Kristal triple fosfat adalah kristal berifigrent bentuknya mirip seperti peti mati tertutup.
Kristal fosfat triple dengan latar belakang gips hialin panah
11. Kristal amoniun biurete
Kristal amonium biurate memiliki bentuk duri apel berwarna coklat kekuningan dan sering menemukan starantions radial atau kosentris dipusat seperti senjata atau spikula biasanya ditemukan dalam urin pH netral dan larut dalam natrium hidroksida dan jarang ditemukan pada urin normal.
Kristal amonium biurate dalam urine berbentuk kepiting spiculate kristal merupakan ciri khas dan berkaitan dengan urine alkali.
12. CAST
Didefinisikan sebagai mikroskopik silinder yang terbentuk dinefron distal dan terjadi dalam urine normal ataupun ada penyakit. Protein spesif ini berbentuk silinder yang hanya diproduksi hanya ditubulus distal duktus colleductus nefron protein ini berbentuk pita protein tipis dan kemudian meyatu dan menjadi gips. Muncul dalam sedimen urine hialin gips dan granula cast.
13. CAST HIALIN
Cast hialin bentuknya yang transparan indeks yang indeks bias rendah yang agak sulit untuk dilihat bila diteliti tampak perimeter luar halus dan sebuah matrik yang halus atau bergelombang sesekali butiran inklusi mungkin ada dalam matriks dan kadang – kadang sel satu atau dua juga mungkin terlihat bentuk ekor atau titik.
Cast hialin sering ditemukan diurin normal yang struktur protein bening
Urine cylindroid, gip hialin dengan ekor.
14. Granular Cast
Cast ini juga dapat diamati dalam jumlah meningkat di urin jika pasien telah terlibat dalam situasi stres emosional atau telah menjalani latihan fisik berat Dibandingkan dengan gips hialin, granular gips ditemukan dalam rasio sekitar empat hialin per satu granular. Pada penghentian stres atau latihan, jumlah butiran gips di urin kembali normal dalam waktu 24 hingga 48 jam. Alasan peningkatan produksi terkait stres atau latihan tidak diketahui. Juga tidak diketahui alasan mengapa granular gips kadang muncul dalam urin pasien pada pola makan yang kaya karbohidrat.
Granular memiliki indeks bias lebih tinggi daripada hialin dan karena itu lebih mudah ditemukan. Mereka juga silindris, walaupun beberapa mungkin memiliki "ekor," dan memiliki perimeter. Umumnya, pada orang normal, butir menutupi permukaan cor kecil dan teratur ( Gambar. 14 ). Asal-usul butiran dalam orang normal sebagian berasal dari partikel lisosomal intraseluler yang dikeluarkan ke dalam urin sebagai produk metabolik dari epitel tubular ginjal . Ketika dalam aliran urin, butiran lisosomal masuk ke dalam matriks cast hialin dan dengan demikian mengubah dari yang sebelumnya mulus ( cast hialin) menjadi kasar (cast granular).
Granula cast dalam contoh yang ditunjukkan disini butiran – butiran tidak menutupi seluruh permukaan tetapi relatif merata.
15. Oval Fat Bodies
• Bentuk bulat
• Mengalami degenerasi lemak
• Sifat lemak dapat dinyatakan dengan memberikan SUDAN II
• Lemak berkias ganda
•
16. Magnesium Fosfat
• Warna kuning coklat
• Bulat tidak teratur
• Bulat berduri, atau
• Bulat bertanduk
LAMPIRAN GAMBAR SEDIMEN URIN
ERYTHROCYT
LEUKOCYT
SQUAMOUS CELLS
TRANSTITIONAL EPITHELIUM CELLS
TORAK HYLINE
TORAK GRANULA TORAK LILIN
TORAK LEMAK TORAK EPITEL
TORAK ERYTROCYT TORAK LEUCOCYT
CYSTINE CRYSTALS CHOLESTEROL CRYSTALS
BILIRUBIN CRYSTALS CALCIUM OXALATE CRYSTAL
PHOSPHATE URATE
1.ERITROSIT
2.LEUKOSIT
3.BULAT
4.TRANSTITIONAL EPITHELIUM CELLS
5.HIALIN
6.SILINDER BERGRANULA. 7.LILIN
8.TORAK LEMAK 9.TORAK EPITEL
10.TORAK ERITROSIT 11.TORAK LEUKOSIT
12.CYSTINE CRYSTALS 13.CHOLESTEROL CRYSTALS
14.BILIRUBIN CRYSTALS 15.CALCIUM OXALATE CRYSTAL
16.PHOSPHATE 17.URATE
Langganan:
Postingan (Atom)